Jumat, 16 November 2018

Kehilangan

Kehilangan selalu menjadi hal yang paling sulit untuk dilalui. Rasanya tidak ada yang mampu bersikap biasa-biasa saja setelah kehilangan. Bagian tersedihnya adalah meskipun aku sudah pernah mengalami kehilangan, tapi aku selalu mampu dibuat menangis seperti pertama kalinya aku merasakan kehilangan.

Bukan mudah melewati waktu tanpa seseorang yang telah menjadi kebiasaanku. Lantas, seluruh hidupku berubah 180°. Kamu melangkah pergi dengan kehidupan barumu, sementara aku tetap dengan kehidupanku yang masih ada kamu.

Kamu mungkin tidak tahu bagaimana tabahnya aku melihat pergantian status dan foto bahagiamu. Tidak selesai pada saat itu saja, setelahnya aku harus berhadapan dengan mereka yang dulunya mendukung hubungan kita. Aku harus meyakinkan seluruh dunia, bahwa aku baik-baik saja (meskipun sebenarnya belum) setelah kehilangan.

Menyakitkan, sungguh sangat menyakitkan.
Karena luka dan obatnya selalu dibuat terpisah.

Hingga aku tiba di hari harus selesainya luka-luka ini. Entah kekuatan apa yang mendorongku untuk keluar dari kepompongku. Aku sadar, aku sudah terlalu lama bersembunyi dan bersahabat dengan luka. Aku hanya perlu bangkit, jatuh cinta lagi, dan berbahagia. Iya, BAHAGIA! 1 kata yang dulu rasanya tidak bermakna apa-apa.

Tapi sekarang, semuanya berbeda.

Jika aku pernah sedih akan kehilangan, bukan berarti aku terlalu lemah untuk menghadapinya. Namun, semua orang punya caranya sendiri untuk membasuh luka, juga waktu yang berbeda-beda untuk menyembuhkan diri.

Hari ini, aku ingin membicarakan kehilangan dengan sangat bahagia.
Terima kasih karena pernah ada di hari-hari itu.
Besok, aku tidak akan mengingatmu lagi sebagai kenangan, tetapi pelajaran.
Terima kasih untuk semua pengalaman yang kamu ciptakan.
Lusa, kita akan kembali menjadi dua orang asing.
Maka, terima kasih untuk sebuah masa lalu yang berharga.
Aku akan segera menyusulmu bahagia.

Darimu, aku akhirnya tahu: "Mungkin aku memang tidak ditinggal pergi, melainkan sengaja dibiarkan pergi untuk bertemu dengan seseorang yang lebih baik." Terima kasih sekali lagi untuk kebaikanmu. - Cindy Joviand

Tidak ada komentar:

Posting Komentar